{"id":40,"date":"2015-09-13T13:12:50","date_gmt":"2015-09-13T13:12:50","guid":{"rendered":"http:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/?page_id=40"},"modified":"2024-09-07T20:36:24","modified_gmt":"2024-09-07T20:36:24","slug":"layananklinik","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/layananklinik\/","title":{"rendered":"LABORATORIUM KLINIK TANAMAN INDONESIA"},"content":{"rendered":"<p>CHEK EMBUN TEPUNG DAUN CABAI<br \/>\ndi ajukan oleh Bey Ubed Petani Cabai Sidoarjo<\/p>\n<p>Daun Cabai seperti jamuran putih ini disebakan oleh Jamur Embun Tepung yang merugikan membusukan daun oleh jamur<\/p>\n<p>&#8211; Leveillula taurica sp<br \/>\n&#8211; Erysiphe sp<\/p>\n<p>Ini terjadi oleh lingkungan lahan pertanian cabai yang tidak di dukung sirkulasi udara yang lain.<br \/>\nSeluruh lahan samping kiri kanan tertutup tanaman lainnya sehingga udara terperangkap lembab memicu sporasi jamur embun tepung berkembang cepat.<\/p>\n<p>Saran Pengendalian Klinik Tanaman :<br \/>\n&#8211; RL SEGER Hijau 6 sendok per tangki 15 liter merata atas bawah pada waktu sore hari.<\/p>\n<p>Saran Bioaktif pengendalian petani mandiri:<br \/>\n&#8211; Serbuk tepung Trichoderma Viride spora conodia murni sebayak 3 sendok \/tangki<br \/>\n&#8211; Serbuk tepung Bacillus sp( Filosper) ,Bacillus Natto sebanyak 3 sendok dgn mutu bakteri dewasa Sprilium .<\/p>\n<p>Pengendalian alami :<br \/>\n&#8211; Membuka seluruh akses sirkasi udara luar agar bisa masuk dan keluar saat mendukung mengurangi perkembagan dan menghampat jamur embun tepung adanya sirkulasi udarabyang baik.<\/p>\n<p>Salam Tanaman Sehat RL<\/p>\n<p>NB : Silahkan amati video laboratorium mikroskop semi elektron terlihat penyakit jamur dan bakteri merugikan beserta solusinya.<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/jtkA8GBnh3Y\" width=\"359\" height=\"359\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p dir=\"ltr\">INFO JAMUR BUSUK BUAH STRAWBERRY<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Contoh Bahan Uji : Buah Strawberry berjamur<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Metode : Chek Scan Mycology &amp; Bakteriologi<br \/>\nAlat Uji : Lab.Mikroskop SEM-Elektron RL<\/p>\n<p>Hasil chek pengamatan sbb :<br \/>\n1. Buah strawberry terselimuti miselium cedawan pathogen Botrytis Cinerea\u00a0 60% .<br \/>\n2. Chek mikroskop menunjukan hasil positif conodia Botrytis Cinerea.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pengendalian :<br \/>\n1. Hindarkan budidaya tanaman strawberry dibawah tanaman naungan teduh ( dibawah pohon tanaman tahunan ) .<br \/>\n2.Mengatur sirkulasi udara yang baik ( tidak tertutup pagar pembatas yang dapat menimbulkan kelembaban udara memicu tumbuh jamur merugikan.<br \/>\n3.lakukan perlindungan tanaman sehat dengan penyemprotan sore hari dengan RL Hijau 3 sendok+ 2 sendok PGPF TrichoVi ( TepungTrichoderma Viride) per tangki Handsprayer 15 liter air bersih.<br \/>\nLakukan penyemprotan interval 7 hari hingga sembuh didukung pengaturan sirkulasi udara dapat masuk ke lahan budidaya dengan cahaya matahari yang maksimal.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Mz29MJPAHXU\" width=\"358\" height=\"358\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p dir=\"ltr\">CHEK PENYAKIT BLENDOK JERUK<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Busuk Batang Basah Tanaman Jeruk<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Chek Mycologi Multimedia\u00a0 terlihat:<br \/>\n&#8211; Miselium cendawan pathogen merugikan<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Chek Bakteriologi Multimedia terlihat :<br \/>\n&#8211; Colony Bakteri Cocus Bacil pathogen.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Saran Pengendalian dan Pengobatan RL :<br \/>\n&#8211; Larutkan 1 pack RL Hijau kemasan 500gram dengan air 5 liter dalam ember .<br \/>\nBiarkan 24 jam BioAktifasi mikroba.<br \/>\nKuaskan pada batang tanaman sakit.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Aplikasi alternatif :<br \/>\n&#8211; Larutkan 1 pack RL Hijau kemasan 500gram dengan air 15 liter dalam ember .<br \/>\nBiarkan 24 jam BioAktifasi mikroba .<br \/>\nSaring larutkan RL Hijau masuk dalam tangki 15 liter. Buang endapan kasar .<br \/>\nSemprotkan merata pada batang tanaman sakit interval 1 minggu hingga sembuh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Salam RL<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/rpnmQg00gnk\" width=\"358\" height=\"358\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Chek BUSUK DAUN SELEDRI<br \/>\nContoh Bahan Uji : Daun Seledri<\/p>\n<p>Metode : Chek Scan Mycology &amp; Bakteriologi<br \/>\nAlat Uji : Lab.Mikroskop SEM-Elektron RL<\/p>\n<p>Hasil chek pengamatan sbb :<br \/>\n1. Daun Seledri busuk basah oleh cedawan pathogen Septoria sp 40% .<br \/>\n2. Chek mikroskop menunjukan hasil positif conodia cendawan Septoria 40% dan Bakteri patogen merugikan 60%.<\/p>\n<p>Pengendalian :<br \/>\n1. Hindarkan budidaya tanaman Seledri dibawah tanaman naungan teduh ( dibawah pohon tanaman tahunan ) .<\/p>\n<p>2.Mengatur sirkulasi udara yang baik ( tidak tertutup pagar pembatas yang dapat menimbulkan kelembaban udara memicu tumbuh jamur merugikan.<\/p>\n<p>3.Lakukan perlindungan tanaman sehat dengan penyemprotan sore hari dengan RL Hijau 4 sendok per tangki Handsprayer 15 liter air bersih.<br \/>\nLakukan penyemprotan interval 7 hari hingga sembuh didukung pengaturan sirkulasi udara dapat masuk ke lahan budidaya dengan cahaya matahari yang maksimal.<\/p>\n<p>Saksikan dan amati video chek penyakit jamur dan bakteri busuk Daun Seledri sebagai dasar petunjuk penyakit dan petunjuk menentukan obat pengendalian agar tepat sasaran terhidar dari ilmu peramalan .<br \/>\nSemoga kita semua selalu menjadi petani yang beruntung dan petani yang berpikir.<\/p>\n<p>Salam RL<br \/>\nTeam KlinTan Seger RL<br \/>\n<iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Owb7PXcckoU\" width=\"362\" height=\"362\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>To : Darwin Saputra Lubuk Linggau.<\/p>\n<p>Kami info hasil chek laboratorium<br \/>\nLAYU TANAMAN DURIAN<br \/>\nPaket Contoh uji tanah dan akar tanaman.<br \/>\nVia paket JNE<br \/>\nJumlah 3 Contoh kode A ,B, C<\/p>\n<p>Hasil Chek Laboratorium Klinik Tanaman RL dari contoh tanah dan akar A<br \/>\n&#8211; Terdeteksi conidia Fusarium sp ( Jamur merugikan merusak akar dan jaringan tanaman mati layu. Pengendalian RL SEGER Merah dengan larut 100 liter air siram sekitar akar dengan dosis 1 liter tanaman muda atau 2 liter tanaman tua.<\/p>\n<p>Hasil Chek Labor dari contoh B<br \/>\n-Terdeteksi miselium jamur tanpa terlihat colony bakteri, tanah kering memerlukan kompos matang bioaktif.<\/p>\n<p>Hasil Chek Labor dari contoh C<br \/>\nTerdeteksi colony bakteri merugikan akar busuk . Pengendalian 1 pack RL SEGER Merah + 1 pack PGPR dengan larut 100 liter air siram sekitar akar dengan dosis 1 liter tanaman muda atau 2 liter tanaman tua.<\/p>\n<p>Keterangan lebih jelas saksikan Video Uji Laboratorium Klinik Tanaman RL dibawah ini.<\/p>\n<p>Salam RL<br \/>\nTeam Lab.Klinik Tanaman RL<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/7xqk4Tvd63A\" width=\"359\" height=\"359\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CHEK EMBUN TEPUNG DAUN CABAI di ajukan oleh Bey Ubed Petani Cabai Sidoarjo Daun Cabai seperti jamuran putih ini disebakan oleh Jamur Embun Tepung yang merugikan membusukan daun oleh jamur &#8211; Leveillula taurica sp &#8211; Erysiphe sp Ini terjadi oleh lingkungan lahan pertanian cabai yang tidak di dukung sirkulasi udara yang lain. Seluruh lahan samping &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/layananklinik\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">LABORATORIUM KLINIK TANAMAN INDONESIA<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/40"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40"}],"version-history":[{"count":28,"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/40\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":689,"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/40\/revisions\/689"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kliniktanaman.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}